يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ
أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ
صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ
وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ،
وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
(رواه مسلم،
رقم 1181)
Pada
setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap
tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap
tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap
tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah,
setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah,
amar bil ma'ruf adalah sedekah, nahi
‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan
(shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha." (HR. Muslim, no. 1181)

